Marselino Ferdinan harus menutup telinga terhadap nyinyiran saat ia memutuskan hijrah ke KMSk Deinze di Liga Belgia.
Wonderkid jebolan Persebaya Surabaya itu memutuskan meninggalkan Indonesia pada bursa transfer Januari silam.
Setelah menolak klub raksasa KAA Gent, Marselino mengambil langkah mengejutkan dengan menerima pinangan klub kasta dua, KMSK Deinze.
Langkah Marselino tersebut barangkali dilatari keinginannya langsung mendapat menit main reguler di Eropa.
Apabila ia langsung bergabung klub besar (seperti Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk), boleh jadi ia hanya akan menghiasi bangku cadangan.
Bermain selama 10 menit, pemain berusia 18 tahun itu masih bermain aman kala menggiring dan mengumpan.
Deinze juga harus mengakui keunggulan Jong Genk (tim satelit klub raksasa KRC Genk) dengan skor 1-3.
Usai pertandingan, Marselino menyatakan kebahagiaannya dapat merasakan atmosfer kompetisi Eropa di usia belia.
"Debut di Liga 2 Belgia, senang berada di sini dengan orang-orang baik," tulis Marselino di Instagram (26/2/2023).
"Bangga atas diri sendiri atas perjalanan sejauh ini," sambungnya.

Yang menarik, Marselino mengungkap terdapat perintang yang harus ia hadapi untuk dapat bermain di Deinze.
"Angin kencang" yang dimaksud Marselino bisa diartikan suara bising yang mengiringi langkahnya menuju Liga Belgia.
Suara bising tersebut bukan hanya berasal dari netizen yang heran dengan keputusan bermain di klub kecil, melainkan juga sosok sekelas Indra Sjafri dan Shin Tae-yong.
Indra Sjafri selaku direktur teknik PSSI dan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia mengambil sikap kontra terhadap langkah Marselino.
Dua sosok itu berkepentingan mengamankan misi timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023, di antaranya dengan meminta semua pemain muda untuk mengikuti TC jangka panjang.
"Saya ingin buat tim inti untuk skuat Piala Dunia U-20," keluh Shin (8/2/2023).